Para mahasiswa itu berorasi di tengah jalan menyerukan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mahasiswa juga membakar ban bekas sehingga memacetkan arus lalu lintas trans-Sulawesi dari kota Makassar ke daerah lain di bagian selatan.
Selain itu, mahasiswa memasang bambu dan membentangkan spanduk penolakan kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) yang rencananya akan diberlakukan 1 April mendatang. Hingga kini, aksi mahasiswa masih berlangsung aman dengan mendapat pengawasan dari aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsekta Tamalate.
Sumber
Comments
Post a Comment