Siapa Calon Pendamping Syahrul?

Siapa Calon Pendamping Syahrul?
TRIBUN-TIMUR.COM - PESONA Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo telah membuat dua orang pejabat Sulsel tersekap daam perang dingin. Agus Arifin Nu'mang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan M Roem, Ketua DPRD Sulsel, saat ini tengah bersolek agar mendapat perhatian dari Syahrul.

Perang dingin kedua pejabat ini, terlihat dari perang baliho yang mulai gencar dilakukan dalam satu bulan terakhir. Agus mencoba menarik perhatian rakyat Sulsel dengan mengingatkan kembali duet Syahru-Agus (Sayang) yang berhasil memenangkan Pilkada Sulsel 2013 lalu.

Sedangkan Roem, mencoba mencuri perhatian dengan tagline Berpengalaman. Roem memang adalah mantan Bupati Sinjai selama dua periode yang dianggap berhasil. Jabatan dua periode sebagai Ketua DPRD Sulsel juga menjadi andalan Roem untuk meyakinka khalayak bahwa ia memang "berpengalaman".

Dari latarbelakang partai, Roem dan Agus sama-sama berlatarbelakang Golkar. Agus adalah mantan pengurus teras Golkar di masa kepemimpinan Amin Syam. Ia kemudian dinonaktifkan karena nekat melawan Amin Syam dengan cara menerima pinangan Syahrul untuk menjadi wakilnya di Pilkada Gubernur Sulsel 2007 lalu.

Roem, sejak awal memang adalah kader Golkar tulen yang tidak diragukan lagi "ke-Golkarannya". Saat ini, Roem menjabat sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar SUlsel.

Nama lain yang disebut-sebut akan mendampingi Syahrul adalah Andi Muallim. Saat ini, Muallim masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel.

Dibanding dua orang politisi tadi, Muallim, masih terkesan malu-malu dalam mengungkapkan hasratnya untuk maju di Pilkada Sulsel. Namun dalam beberapa kesempatan, kepada wartawan, ia mengatakan bersedia mendampingi Syahrul.

"Kalau dikatakan bersedia, ya. Saya katakan bersedia. Kalau dikatakan bisa. Saya pun pasti akan mengatakan bisa. Karena saya ini pamong yang sudah berpengalaman di bidang pemerintahan," katanya suatu waktu.

Namun sampai saat ini, Muallim belum berani memasang baliho sosialisasi. Posisinya sebagai Sekda Sulsel membuat langkahnya menjadi terbatas dalam melakukan sosialisasi.

Ibarat sebuah pertarungan, Muallim adalah kuda hitam yang sewaktu-waktu bisa menjadi pemenang.

Irfan Jaya dari Jaringan Survei Indonesia (JSI) mengatakan, jika menilik potensi ketiga orang ini, Agus memiliki peluang yang cukup besar untuk kembali mendampingi Syahrul. "Ia tidak memiliki kekuatan parpol yang kuat. Ia juga tidak memiliki kekuatan finansial yang lebih dibanding Syahrul. Agus juga tidak memiliki basis dukungan yang kuat," kata Irfan.

Namun dari segi loyalitas dan keberhasilan, Irfan mengatakan, Agus telah sukses bekerjasama dengan Syahrul dalam mengawal kebijakan pemerintahan. "Saya rasa itulah kekuatan Agus yang sesungguhnya," kata Irfan.

Sedangkan Roem, menurut Irfan, tidak memiliki barganing position yang memadai untuk meyakinkan Syahrul. "Roem seharusnya bisa menjadikan Golkar sebagai kekuatan. Namun, tampa Roem pun Syahrul dipastikan akan mengendarai Partai Golkar," kata Irfan.

Satu nama lain yang sempat mencuat. Ia adalah Ashabul Kahfi, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan. Jauh-jauh hari sebelumnya seluruh pengurus DPD PAN se-Sulawesi Selatan telah menyatakan mendukung Kahfi untuk mendampingi Syahrul.

Sayangnya, Golkar sepertinya tidak ingin jatah wakil gubernur tersebut diambil oleh kader lain. "Golkar-Golkar adalah harga mati," kata Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel Hoist Bachtiar.

Jika sudah begini, peluang Kahfi untuk mendampingi Syahrul hampir pasti tertutup. Artinya, Syahrul juga siap-siap kehilangan pendukung setia dari PAN. Karena PAN sudah mengancam akan melakukan perlawanan jika tidak dipakai lagi. (*/tribun-timur.com)

Comments