Skip to main content
Ditemukan, Perhiasan Raja Bangsa Viking
Sebanyak 201 perak terdiri atas 27 koin, 10 gelang, dua cincin, ditemukan.
Seorang pria asal Inggris, Darren Webster, menemukan sebuah kotak
berisi sekitar 200 perhiasan perak. Diduga, artefak itu merupakan
peninggalan Raja Bangsa Viking pada abad ke-10.
Perhiasan-perhiasan itu meliputi koin, gelang, dan perhiasan lain yang tergolong mewah pada zaman itu.
Proses
penemuan benda-benda ini tidak disengaja. Webster yang merupakan
penggemar metal detektor sedang berjalan-jalan. Dia kemudian berhenti di
sebuah lapangan dekat Conforth, wilayah utara Inggris. Dia kemudian
mencoba alat detektor logam yang dibawanya.
Tak disangka-sangka,
alat detektornya itu menunjukkan adanya logam di bawah tanah. Alat itu
menunjukkan ada logam yang tertanam pada kedalaman tiga kaki atau 0,9
meter di bawah tanah.
"Mesin mengatakan saya menemukan beberapa jenis perak," kata Webster sebagaimana dilansir foxnews.
"Saya sempat sedikit kecewa, setelah saya hanya melihat pot. Lalu saya
mengangkatnya, saat itulah potongan-potongan perak mulai berjatuhan."
Sebanyak
201 perak tersebut terdiri atas 27 koin, 10 gelang, dua cincin, sebuah
rangkaian halus, dan 14 batangan. Benda-benda itu kemudian dipamerkan di
Museum Inggris.
Benda-benda ini diperkirakan telah terpendam
sejak 900 Masehi. Atau saat bangsa Viking terusir dari Dublin dan
terlibat peperangan dengan Anglo-Saxon untuk mengontrol wilayah utara
Inggris.
Pada koin-koin itu terdapat nama Harthacnut, salib, dan
prasasti yang menunjukkan bahwa Bangsa Viking telah masuk Kristen. "Saya
belum menemukan sesuatu yang besar sebelumnya, jadi ini benar-benar
penemuan yang luar biasa," kata Webster sebagaimana dikutip metro.co.uk.
Sementara
itu, kurator koin abad pertengahan, Dr Gareth Williams mengatakan ini
merupakan penemuan pertama benda-benda Raja Viking sejak 1840.
"Ini
mungkin dikubur dengan buru-buru untuk menyimpannya dengan aman.
Kemudian pasti ada suatu alasan mengapa sang pemilik tidak mengambilnya
kembali. Kemungkinan sang pemilik tewas dalam peperangan," kata William.
(art)• VIVAnews
Comments
Post a Comment