Juni, Waterboom Somba Opu Digunakan

MAKASSAR, - Warga Makassar dan sekitarnya bakal memiliki banyak pilihan untuk berwisata. Gowa Discovery Park (GDP) yang lebih dikenal sebagai waterboom di Benteng Somba Opu mulai digunakan pada Juni mendatang.

KEPALA Dinas Pariwisata Sulsel, Syuaib Mallombassi, Jumat 20 April, mengatakan, taman wisata GDP akan soft launching Juni 2012 atau bertepatan liburan sekolah.

Dia membeberkan, untuk kawasan taman burung di GDP, akan diisi 2.000 ekor burung dari 200 endemik Sulawesi.
Saat ini, burung tersebut sudah dalam perjalanan melalui jalur laut. Dua hari ke depan, burung ini akan tiba di Makassar dan langsung dimasukkan ke sangkarnya masing-masing.

Untuk wahana waterboom, kata Syuaib, telah diujicobakan serta siap diresmikan.

"Ini lah tujuan Pak Gubernur mengundang investor, agar situs bersejarah yang ada di sini tidak menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat Sulsel. Secara teknis, pekerjaan proyek mendekati 90 persen," jelasnya.

Kemarin, Syuaib mendampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meninjau pembangunan GDP. Syahrul mengatakan, substansi pembangunan GDP di Benteng Somba Opu adalah untuk melindungi situs bersejarah yang ada di sana.

Syahrul membeberkan, untuk melindungi situs di benteng, setiap tahunnya Pemprov Sulsel mengeluarkan anggaran Rp2 miliar. Hanya saja, itu ternyata tidak cukup. Makanya pemerintah memikirkan solusi lain agar situs tersebut tidak hilang.

"Kemampuan kita tidak cukup untuk bertahan. Sehingga, hal ini akan menjadi solusi agar situs ini tetap lestari dan anak cucu kita mengetahui sejarah yang ada di sini," tuturnya.

Di sela-sela kunjungannya, gubernur membeberkan bagaimana penentangan yang muncul saat awal pembangunan GDP.

"Saya kemarin sempat putus asa dengan banyaknya gempuran, tuduhan perusakan situs. Padahal, substansi dari semua ini adalah karena saya ingin melindungi situs," jelasnya.

Ia menegaskan, dirinya tidak terbiasa melanggar aturan yang ada. Apalagi, kalau sampai harus merusak sebuah situs bersejarah yang dilindungi undang-undang. "Tidak ada sedikit pun niat untuk merusak situs," tegasnya.

Dengan akan beroperasinya GDP, Syahrul berharap, bisa menjadi tempat wisata yang menjadi daya tarik Sulsel, khususnya Makassar. GDP, kata dia, akan membuat makin banyak pilihan kunjungan bagi wisatawan.

"Mainset berpikir kita, Sulsel bukan hanya untuk kita. Tapi, untuk semua provinsi di KTI, bahkan untuk Indonesia. Perbanyak event, jangan sampai putus," urainya.

Pada kesempatan itu, Syahrul kembali membeberkan rencana pembangunan City Hill di Malino. Sebuah kota wisata yang dirancang melayang. Menurut dia, saat ini, City Hill baru satu di dunia, yakni di Amerika Utara.

"Perancangnya dari Jepang mau bangun di Sulsel, Malino. Saya sendiri tidak bisa membayangkan keindahannya di sana nanti. Yang pasti, itu akan menjadi daya tarik pariwisata kita," imbuhnya.


sumber

Comments